Diduga Melakukan Pencurian Ikan ,Menteri Susi Ledakan 2 Kapal Asing Yang melakukan Ilegal Fishing di perairan Indonesia

Hot news Sabtu siang Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti meledakkan 2 kapal yang terlibat ilegal fishing di Desa Morela Kabupaten Maluku Tengah Maluku. Selain itu Susi juga memimpin peledakan kapal lain di 12 lokasi yang ada di Indonesia melalui teleconference. Total ada 82 kapal asing yang terlibat pencurian ikan yang di ledakkan pada 1 April.

Di desa Morela Kabupaten Maluku Tengah Maluku Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pujiastuti selaku komandan satuan tugas pemberantasan penangkapan ikan secara ilegal memimpin peledakan 2 kapal KM Sinol 26 dan KM Sino 35 di laut Mamala Morela. Selain meledakkan 2 kapal Sino di Desa Morela Susi Pujiastuti juga melakukan Teleconference dengan 12 lokasi di Indonesia untuk memimpin langsung peledakan kapal secara serentak.

Info terbaru Menteri Susi memilih Maluku sebagai pusat komando peledakan secara serentak untuk menunjukkan bahwa di Maluku Pemerintah Indonesia berdaulat dan NKRI tidak boleh kalah dengan mafia pencurian ikan. Sejak Oktober 2014 sampai dengan April 2017 sebanyak 307 kapal yang terlibat ilegal fishing telah di tenggelamkan.

"saya sengaja memindahkan komando penenggelaman 82 kapal di 12 tempat yaitu ada di Belawan, di Aceh, di Tarempa, di Lanei, di Bitung, di Ternate, di Ambon, di Maroke, dan Di Tarakan. Dan tempat ini adalah ingin menunjukkan bahwa di Maluku Pemerintah Indonesia tetap berdaulat dan NKRI tidak boleh kalah oleh mafia ilegal fishing" ujar Susi Pudjiastuti Menteri Kelautan dan Perikanan.

Di Bitung Sulawesi Utara terdapat 9 kapal asing jenis pambot asal Filipina di ledakkan di Selat Lembeh Bitung. Peledakan ini di saksikan oleh Dit Polair Bitung, Kejaksaan Tinggi Sulut dan PSDKP Bitung. Proses peledakan yang di lakukan oleh Brimob ini lebih awal satu jam dari jadwal peledakan serentak. Masih terdapat 31 kapal asing yang akan menyusul di ledakkan.

Di Ternate 2 kapal jaring milik nelayan Filipina juga di ledakkan oleh TNI Angkatan Laut (AL). Kedua kapal di Ledakkan dan di tenggelamkan di perairan antara Pulau Tidore dan Ternate. Sebelumnya 4 orang nakhoda dan 54 anak buah kapal sudah di deportasi ke negara asal. Rencananya masih ada 2 kapal yang akan segera di tenggelamkan.

Peledakan kapal asing juga di lakukan pangkalan utama Angkatan Laut (AL) 13 Tarakan Kalimantan Utara. Dari 6 kapal ikan asing yang di lakukan penyelidikan di Tarakan satu di antaranya di musnahkan di Perairan Pengandaran Jawa Barat. Kapal kapal ini adalah barang bukti pelanggaran batas wilayah serta tindakan ilegal fishing yang di lakukan oleh nelayan Filipina.

Sementara itu melalui berita internasional terkini, di Sorong Papua Barat Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (AL) 14 juga menenggelamkan kapal nelayan asing FB Jamelia 1 di sekitar Pulau Nana. Kapal Nelayan berbendera Filipina ini di tangkap KRI Sorong 911 pada November 2016 lalu di sekitar perairan Maluku Utara. Nakhoda kapal Josef Ohmat telah di serahkan ke Kejaksaan Negeri Sorong untuk di Sidang, sementara 24 anak buah kapalnya telah di serahkan ke imigrasi Sorong untuk di deportasi.

Referensi Berita